Respons Cepat Bupati Luwu Timur, Warga Towuti yang Terbaring Sakit Dapat Bantuan dan Diusulkan Bedah Rumah

Aksaranusa, Luwu Timur – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali ditunjukkan melalui respons cepat terhadap kondisi yang dialami Tannu Rahman (74), warga Desa Langkea Raya, Kecamatan Towuti, yang kini terbaring sakit di rumahnya setelah mengalami kecelakaan akibat terjatuh dari tangga rumah yang telah lapuk dan rapuh.

 

Selain mengalami gangguan kesehatan, Tannu Rahman bersama keluarganya juga hidup dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Rumah yang ditempatinya bersama istri dan dua anaknya dinilai sudah tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera.

 

Mengetahui kondisi tersebut, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam langsung menginstruksikan Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), serta Pemerintah Kecamatan Towuti untuk segera turun ke lokasi memberikan bantuan.

 

Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, selimut, terpal, serta kebutuhan darurat lainnya. Pemerintah juga mulai melakukan asesmen terhadap kondisi rumah Tannu Rahman sebagai dasar pengusulan bantuan perbaikan atau bedah rumah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Luwu Timur.

 

Sebelum bantuan pemerintah tiba, masyarakat sekitar Desa Langkea Raya telah lebih dahulu menunjukkan kepeduliannya. Warga secara swadaya membantu memperbaiki bagian dapur dan tangga rumah yang mengalami kerusakan agar tetap aman digunakan.

 

Camat Towuti, Amri Mustari, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa perhatian Bupati muncul setelah menerima informasi mengenai kondisi Tannu Rahman dari masyarakat setempat.

 

“Usai Salat Jumat tadi siang, kami bersama Dinas Sosial, Perkimtan, dan BPBD langsung menyerahkan bantuan kepada keluarga Tannu Rahman. Tim BPBD juga telah melakukan asesmen terhadap kondisi rumah untuk menjadi dasar tindak lanjut perbaikan,” ujar Amri saat dikonfirmasi, Jumat (10 Juli 2026).

 

Amri menambahkan, Tannu Rahman sebelumnya pernah memperoleh bantuan bedah rumah dari pemerintah desa sekitar tujuh tahun lalu. Namun rumah tersebut telah dijual, kemudian ia membangun rumah baru secara mandiri di lokasi yang berbeda.

 

“Walaupun sebelumnya pernah menerima bantuan bedah rumah, pemerintah tetap akan mengupayakan agar rumah yang saat ini ditempati dapat diusulkan kembali karena kondisinya memang sudah tidak layak,” jelasnya.

 

Sehari-hari, Tannu Rahman bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dengan kondisi kesehatan yang menurun dan tempat tinggal yang semakin memprihatinkan, diharapkan bantuan pemerintah dapat segera terealisasi sehingga keluarga tersebut memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan layak. (wars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *