Aksaranusa, Luwu Timur – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 dengan menggelar kegiatan refleksi di Kantor Bawaslu Luwu Timur, Kamis (9/4). Peringatan ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di wilayah Luwu Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Luwu Timur Pawennari bersama jajaran pimpinan, yakni Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Sulkifli, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Sukmawati Suaib, serta Kepala Sekretariat Lenny Thalib.
Turut hadir pula mantan Komisioner Bawaslu Luwu Timur, Rachman Atja dan Zaenal Arifin, serta Ketua KPU Luwu Timur Irfan Lahabu, yang menambah nuansa kebersamaan dalam peringatan tersebut.
Dalam suasana penuh refleksi, para pimpinan Bawaslu mengulas perjalanan panjang lembaga pengawas pemilu yang terus berkembang di tengah dinamika demokrasi. Mereka juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam memastikan proses pemilu berjalan jujur dan adil.
Ketua Bawaslu Luwu Timur, Pawennari, menekankan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya terjadi saat pemilu berlangsung, melainkan harus dimulai jauh sebelumnya. Ia menilai, keterlibatan seluruh elemen, mulai dari partai politik, pemerintah daerah hingga penyelenggara pemilu, menjadi kunci utama dalam membangun sistem demokrasi yang sehat.
Menurutnya, kualitas pemilih memiliki peran penting dalam menentukan arah kepemimpinan. Pemilih yang cerdas dan kritis diyakini mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Senada dengan itu, Sulkifli menyebut peringatan HUT Bawaslu sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi demokrasi sekaligus mengevaluasi perjalanan lembaga dari waktu ke waktu. Ia menegaskan bahwa dinamika yang dihadapi, baik dari sisi internal maupun eksternal, menjadi bagian dari proses pendewasaan kelembagaan.
Di sisi lain, Sukmawati Suaib menyoroti pentingnya peran Bawaslu dalam penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa pemilu. Ia mengakui bahwa selama 18 tahun perjalanan, berbagai tantangan kerap muncul dalam proses penegakan aturan.
Namun demikian, Bawaslu terus melakukan pembenahan serta menghadirkan inovasi guna meningkatkan kualitas pengawasan. Ia pun berharap dukungan dari berbagai pihak agar lembaga tersebut tetap mampu menjaga integritas dan marwahnya sebagai pengawal demokrasi. (war’s)





