Warga Wawondula Sepakati Ambulans Desa sebagai Prioritas SDGs, Jawaban Atas Kebutuhan Darurat Kesehatan

Aksaranusa, Luwu Timur  — Kebutuhan akan layanan kesehatan yang cepat dan responsif menjadi perhatian utama masyarakat Desa Wawondula. Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) penetapan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Dukungan SDGs Desa PT Vale Indonesia Tbk yang digelar pada Selasa (16/12/2025).

Melalui musyawarah yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala dusun, ketua RT, kader desa, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan PT Vale Indonesia Tbk, masyarakat secara mufakat menyepakati pengadaan satu unit mobil ambulans desa sebagai prioritas penggunaan anggaran PPM SDGs Desa Wawondula Tahun 2025.

Keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak masyarakat terhadap sarana transportasi medis, terutama dalam penanganan kondisi darurat dan proses rujukan pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Kepala Desa Wawondula, Alamsyah Said, menyampaikan bahwa pengadaan ambulans desa diharapkan mampu mempercepat akses layanan kesehatan dan meminimalisir risiko keterlambatan penanganan medis.

“Ambulans desa bukan sekadar kendaraan, tetapi menjadi bagian penting dari upaya penyelamatan nyawa dan peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Ini adalah aspirasi warga yang kami sepakati bersama,” ungkapnya.

Program pengadaan ambulans ini akan mendukung pelaksanaan Program Garda Desa Sehat, sekaligus menjadi wujud nyata penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa, khususnya dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Sinergi antara Pemerintah Desa Wawondula, masyarakat, dan PT Vale Indonesia Tbk dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan desa yang berorientasi pada kebutuhan riil warga. Pemerintah desa berharap program ini dapat segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Dengan hasil Musdesus ini, Desa Wawondula menegaskan komitmennya untuk menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan desa yang berkelanjutan dan inklusif. (p)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *