Bulan Bakti Pramuka ke-65, Kwarcab Luwu Timur Gerakkan 11 Kwartir Ranting dalam Aksi Pengabdian

Aksaranusa, Luwu Timur  — Semangat pengabdian dalam memperingati 65 tahun Gerakan Pramuka tidak hanya berlangsung di tingkat Kwartir Cabang. Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Luwu Timur menggerakkan seluruh jajarannya hingga ke tingkat kwartir ranting untuk melaksanakan rangkaian kegiatan Bulan Bakti Pramuka.

Sebanyak 11 Kwartir Ranting (Kwarran) yang berada dalam wilayah Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Luwu Timur, mulai dari Kwarran Nuha hingga Kwarran Burau, turut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Pelaksanaan Bulan Bakti Pramuka di tingkat ranting diarahkan pada dua agenda utama, yakni apel besar dan kegiatan bakti sosial. Kedua agenda tersebut dilaksanakan oleh masing-masing kwartir ranting sebagai bentuk nyata semangat pengabdian Pramuka kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi arahan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 sekaligus menghidupkan kembali semangat pengabdian melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Bagi Kwarcab Luwu Timur, peringatan Hari Pramuka tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal yang hadir dan bekerja bersama masyarakat.

Apel besar menjadi ruang untuk memperkuat semangat persaudaraan, kedisiplinan, dan komitmen anggota Pramuka. Sementara kegiatan bakti sosial menjadi bentuk pengabdian yang secara langsung menyentuh lingkungan dan kehidupan masyarakat di masing-masing wilayah ranting.

Keterlibatan seluruh kwartir ranting juga menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka di Luwu Timur memiliki jejaring pengabdian yang tidak hanya terpusat di tingkat cabang, tetapi bergerak hingga ke satuan organisasi di tingkat kecamatan.

Dari wilayah Nuha di bagian utara hingga Burau di bagian timur Luwu Timur, semangat Bulan Bakti Pramuka hadir dengan karakter kegiatan yang menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan Pramuka tidak semata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa jauh nilai Tri Satya dan Dasa Darma diterjemahkan menjadi tindakan yang memberi manfaat.

Momentum 65 tahun Gerakan Pramuka menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak mengenal batas usia maupun tempat. Di tengah perubahan zaman, Pramuka dituntut untuk tetap relevan dengan menghadirkan kerja-kerja nyata yang dibutuhkan masyarakat.

Melalui keterlibatan 11 kwartir ranting dalam Bulan Bakti Pramuka, Kwarcab Gerakan Pramuka Luwu Timur menegaskan bahwa semangat pengabdian itu tidak hanya dirayakan dalam sebuah upacara, tetapi juga diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama masyarakat.

Dari apel besar hingga bakti sosial, dari Nuha hingga Burau, Bulan Bakti Pramuka ke-65 di Kwartir Cabang Luwu Timur menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga satu hal yang menjadi jati diri Gerakan Pramuka: belajar untuk mengabdi dan hadir untuk memberi manfaat.(War’s)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *