Cegah Kecurangan Timbangan, Bupati Luwu Timur Instruksikan Tera Ulang Jelang Panen Raya

Aksaranusa, Luwu Timur – Menjelang musim panen raya, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengambil langkah tegas untuk melindungi petani dari potensi kerugian akibat praktik curang dalam transaksi gabah. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (Ibas), menginstruksikan agar seluruh timbangan yang digunakan oleh pembeli gabah wajib dilakukan tera ulang.

 

Instruksi tersebut disampaikan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan transaksi hasil panen berjalan adil dan transparan. Pemerintah menilai, momen panen raya kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan kecurangan, khususnya melalui penggunaan timbangan yang tidak sesuai standar.

 

Kepala Dinas Perindagkop Luwu Timur, Senfri Oktavianus, menegaskan bahwa seluruh timbangan yang akan digunakan oleh pengepul maupun tengkulak harus diperiksa kembali untuk memastikan akurasi dan kesesuaiannya. Hal ini disampaikan dalam rapat persiapan menghadapi panen raya yang digelar baru-baru ini.

 

 

“Seluruh alat timbang wajib ditera ulang guna menjamin keakuratan hasil penimbangan. Ini penting agar petani tidak dirugikan dalam proses jual beli gabah,” tegas Senfri.

 

Ia menjelaskan, proses tera ulang akan dilaksanakan di kantor camat masing-masing kecamatan, dimulai pada 22 hingga 29 April 2026. Para pelaku usaha yang terlibat dalam pembelian gabah diimbau untuk mematuhi ketentuan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar.

 

Pemerintah daerah juga menegaskan tidak akan mentolerir praktik-praktik yang merugikan petani, termasuk permainan harga maupun manipulasi timbangan oleh oknum pengepul. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menjaga standar harga gabah tetap stabil selama musim panen berlangsung.

 

Melalui kebijakan ini, Pemkab Luwu Timur berharap para petani dapat menikmati hasil panen dengan lebih adil, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah. (war’s)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *