Kabut Asap Meningkat, BPBD Luwu Timur Tekankan Keselamatan Warga dan Petugas Damkar

Aksaranusa, Luwu Timur – Meningkatnya kembali kemunculan kabut asap di wilayah Kabupaten Luwu Timur menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kepala Pelaksana BPBD Luwu Timur, dr. H. April, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Malili.

Kabut asap yang terlihat semakin merata tersebut dilaporkan mulai mengganggu jarak pandang. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, meskipun hasil pemantauan indeks kualitas udara belum memperlihatkan adanya penurunan yang signifikan.

dr. H. April menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mengabaikan potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap. Ia mengimbau warga untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap penyakit pernapasan.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan buah-buahan yang kaya kandungan air. Langkah tersebut penting untuk mempertahankan kebutuhan cairan tubuh, terlebih di tengah kondisi cuaca panas yang dapat memperburuk ketidaknyamanan akibat kabut asap.

Ia menjelaskan, imbauan serupa sebelumnya telah disampaikan pada 13–15 Oktober 2026, ketika indikasi penurunan kualitas udara pertama kali terdeteksi di wilayah Malili. Dengan kembali munculnya kabut asap, masyarakat diharapkan tidak lengah dan tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada personel pemadam kebakaran yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran. Seluruh petugas diminta mengutamakan keselamatan kerja dengan menggunakan masker pelindung serta Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap selama menjalankan tugas di lapangan.

Menurutnya, risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran tidak hanya berasal dari kobaran api, tetapi juga paparan asap dan suhu panas selama proses pemadaman. Karena itu, penggunaan perlengkapan keselamatan harus menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan penanganan kebakaran.

Pengalaman dari berbagai kejadian saat proses pemadaman api juga menjadi pengingat bahwa keberanian dan semangat pengabdian harus selalu disertai penerapan prosedur keselamatan yang memadai. Keselamatan petugas maupun relawan tidak boleh diabaikan dalam situasi apa pun.

Prinsip tersebut sejalan dengan Standar Kemanusiaan Inti dalam Standar Sphere, yang menekankan pentingnya lingkungan kerja yang aman, perlindungan yang layak, serta dukungan dan kompetensi bagi staf maupun relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Melalui imbauan ini, BPBD Luwu Timur berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan, sekaligus mengajak seluruh petugas serta relawan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap upaya penanganan bencana. (wars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *