Aksaranusa, Luwu Timur, Sejumlah konsumen menyampaikan keluhan terkait paket yang dikembalikan (return) sebelum diterima oleh penerima, meskipun status pelacakan menunjukkan barang telah berada di gudang perusahaan jasa pengiriman J&T Express. Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial dan kanal pengaduan konsumen dalam beberapa waktu terakhir. (11/04)
Berdasarkan keterangan beberapa pelanggan, paket yang ditunggu tidak kunjung dikirim ke alamat tujuan. Setelah beberapa hari tanpa kepastian, status pengiriman berubah menjadi pengembalian kepada pengirim. Kondisi ini memicu pertanyaan dari konsumen mengenai prosedur distribusi dan alasan pengembalian.

“Saat dicek, paket sudah di gudang kota tujuan. Namun tiba-tiba status berubah menjadi return tanpa ada konfirmasi sebelumnya, ini kan merugikan kita! sudah ditunggu dengan sabar, eh malah direturn tanpa persetujuan dari kita!” ujar salah satu pelanggan yang mengaku mengalami kejadian tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, dugaan penyebab keterlambatan distribusi berkaitan dengan keterbatasan tenaga operasional di lapangan. Situasi ini disebut berpotensi memengaruhi proses sortir dan pengantaran, terutama saat volume kiriman meningkat.
Sejumlah konsumen juga mengaku mendatangi langsung gudang perusahaan untuk menanyakan keberadaan paket mereka. Namun, menurut pengakuan pelanggan, paket belum dapat diserahkan dengan alasan masih dalam proses penyortiran. Situasi tersebut semakin menambah kebingungan dan kekecewaan sebagian masyarakat yang berharap dapat segera menerima kiriman mereka.
Di media sosial, sejumlah pelanggan menyampaikan kekecewaan dan kebingungan atas perubahan status pengiriman yang terjadi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sebagian konsumen mengaku merasa dirugikan karena barang yang dibutuhkan tidak kunjung tiba meski telah menunggu dalam waktu yang cukup lama.
Beberapa warganet juga mempertanyakan kejelasan prosedur pengembalian paket, terutama ketika status pelacakan menunjukkan barang telah berada di kota tujuan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan kepastian layanan dan kepercayaan terhadap proses distribusi barang.(p)





