Aksaranusa, Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi melepas peserta Program Mandalish Batch 1, Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WITA di Aula Dinas Pendidikan Luwu Timur.
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di tengah tingginya investasi yang masuk ke Luwu Timur.
Kegiatan pelepasan dihadiri oleh Bupati Luwu Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, sejumlah kepala OPD, pimpinan perusahaan lingkup Luwu Timur, serta perwakilan Access English Pare Kediri.
Kepala DPMD Luwu Timur, Pak Awal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu daerah dengan tingkat investasi tertinggi. Menurutnya, kehadiran Program Mandalish menjadi upaya pemerintah agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Luwu Timur merupakan salah satu daerah dengan investasi paling tinggi. Dengan adanya program ini, kita berharap masyarakat mampu mengambil peran dan tidak menjadi penonton di daerah sendiri. Ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan sumber daya manusia lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah berkontribusi mendukung program tersebut. Ia mengatakan program ini didedikasikan untuk anak-anak Luwu Timur agar memiliki kemampuan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor investasi.
“Terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berkontribusi pada program ini, juga apresiasi beberapa perusahaan yang kuga terlibat pada progtam yang kita dedikasikan untuk anak-anak Luwu Timur untuk belajar ke Kediri. Semua desa kita libatkan dalam program ini, walaupun masih ada empat desa yang belum mengirimkan delegasinya,” ungkapnya.
Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti program dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

“Saya berharap anak-anak semua betul-betul mengikuti program yang telah ditetapkan oleh Access bersama pemerintah daerah. Ikuti SOP dan aturan yang diterapkan agar hasilnya maksimal,” pesannya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa sekitar 90 persen investasi yang masuk ke Luwu Timur menggunakan bahasa Mandarin. Karena itu, ia berharap peserta Program Mandalish nantinya dapat menjadi tenaga penerjemah lokal bagi perusahaan-perusahaan asing yang berinvestasi di daerah.
“Saya berharap juru bicara atau translator tenaga asing nantinya berasal dari tenaga lokal yang merupakan bagian dari Program Mandalish itu sendiri,” tegasnya.
Peserta Program Mandalish Batch 1 merupakan peserta yang dinyatakan lulus setelah melalui tahapan seleksi administrasi, tes kepribadian, dan wawancara.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap lahir generasi muda yang siap bersaing, memiliki kemampuan bahasa asing, serta mampu mengambil peran dalam perkembangan investasi dan pembangunan daerah. (Wars)





