Aksaranusa, Luwu Timur – Dalam dua pekan terakhir, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan di media sosial terkait tidak diraihnya Piala Adipura 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Kritik dan sindiran pun ramai bermunculan di dunia maya, seolah-olah kegagalan tersebut hanya dialami oleh Luwu Timur.
Namun faktanya, seluruh kabupaten dan kota di Indonesia pada tahun penilaian 2025 sama-sama tidak berhasil meraih penghargaan Adipura.
Di tingkat lokal, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Luwu Timur termasuk yang paling vokal menanggapi hal ini. Dalam rapat paripurna yang digelar pekan ini, Fraksi PAN menyampaikan kritik sekaligus penyesalan terhadap pemerintah daerah atas tidak diraihnya penghargaan tersebut.
Sorotan dari berbagai kalangan pun semakin menguat, terlebih Luwu Timur sebelumnya tercatat pernah meraih Adipura selama lima tahun berturut-turut. Kondisi ini memicu anggapan adanya penurunan kinerja di sektor kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur, Umar Dalle, menegaskan bahwa kegagalan meraih Adipura bukan hanya dialami daerahnya, melainkan terjadi secara nasional.
“Untuk tahun 2025, memang tidak ada satu pun kabupaten/kota di Indonesia yang memenuhi kriteria penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya, Jumat sore (6 Maret 2026).
Ia menjelaskan, standar penilaian Adipura tahun ini jauh lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah indikator utama menjadi syarat mutlak, seperti keberadaan fasilitas pengolahan sampah terpadu, tenaga kebersihan yang memiliki kompetensi dan pelatihan memadai, hingga larangan keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) di area permukiman warga.
“Kriteria sekarang lebih kompleks dan ketat. Daerah harus benar-benar siap dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusia. Ini menjadi tantangan bersama bagi seluruh daerah,” tegas Umar.
Pemerintah daerah pun diharapkan menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem pengelolaan lingkungan ke depan, bukan sekadar berfokus pada capaian penghargaan. (war’s)





