Aksaranusa, Luwu Timur – Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan rasa kagum sekaligus apresiasi terhadap berbagai program kemasyarakatan dan keagamaan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Menurutnya, sejumlah kebijakan yang diterapkan di daerah tersebut layak menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan UAS saat memberikan tausiah dalam Tabligh Akbar yang dihadiri ribuan umat Muslim di Lapangan Pendidikan Puncak Indah, Malili, Minggu malam (26/7/2026).
Dalam tausiahnya, UAS mengaku telah berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia untuk berdakwah. Namun, baru kali ini ia menemukan sebuah pemerintah daerah yang secara konsisten menghadirkan program keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Saya sudah berkeliling ceramah di berbagai daerah di Indonesia. Baru kali ini saya menemukan program seperti ini. Petugas keagamaan diberi insentif dan penghargaan, bahkan lansia mendapatkan tunjangan hari tua sebesar Rp1 juta setiap bulan. Ini luar biasa,” ungkap UAS yang disambut tepuk tangan jamaah.
Dengan gaya khasnya yang penuh humor, UAS pun menyelipkan candaan kepada masyarakat Luwu Timur.
“Jadi saya berpesan kepada warga Luwu Timur, jangan mati dulu sebelum tua, nanti tidak dapat tunjangan lansia Rp1 juta per bulan,” ujarnya yang langsung mengundang tawa ribuan jamaah.
UAS juga menyoroti Program Pejuang Subuh yang diterapkan bagi pelajar tingkat SD hingga SMP sebagai upaya membiasakan generasi muda melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan berbagai bentuk penghargaan kepada para pelaku pelayanan keagamaan.
Program tersebut meliputi pemberian insentif dan kendaraan roda dua kepada petugas keagamaan, hadiah umrah bagi imam masjid, guru mengaji, pengasuh panti asuhan di wilayah terpencil, hingga aparatur sipil negara (ASN) dan PPPK yang aktif melaksanakan salat berjamaah.
Tidak hanya bagi umat Islam, UAS juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap seluruh umat beragama melalui pemberian wisata religi bagi tokoh agama lainnya.
“Pemerintah juga memberikan penghargaan berupa perjalanan religi ke Yerusalem bagi pendeta dan guru sekolah minggu, serta perjalanan spiritual ke Bali bagi Pendita dan Pinandita umat Hindu. Ini menunjukkan perhatian kepada seluruh umat beragama. Program seperti ini sangat luar biasa,” katanya.
Atas berbagai kebijakan tersebut, UAS berharap kepala daerah di seluruh Indonesia dapat menjadikan Luwu Timur sebagai rujukan dalam membangun program yang berpihak kepada masyarakat dan kehidupan beragama.
“Saya berharap seluruh bupati, wali kota, bahkan gubernur di Indonesia datang ke Luwu Timur untuk belajar dan mencontoh program-program yang telah dijalankan di daerah ini,” ujarnya.
Menutup tausiahnya, UAS menitipkan pesan kepada Bupati Luwu Timur agar terus memanfaatkan kewenangan yang dimiliki untuk menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Selagi kebijakan dan tanda tangan masih berlaku, gunakan untuk kemaslahatan masyarakat dan umat. Insyaallah, Luwu Timur akan menjadi daerah yang penuh keberkahan, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya sebelum mengajak seluruh jamaah mengumandangkan takbir.
Tabligh Akbar tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat itu sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah, memperkokoh toleransi antarumat beragama, serta memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Bumi Batara Guru menuju Luwu Timur Juara. (wars)





