Warga Luwu Timur Dorong Program Pemberdayaan yang Berkelanjutan Pada Kegiatan Mapping PT POMU dan UNHAS

Aksaranusa, Luwu Timur – Hasil penelitian Social Mapping dan Baseline Study di wilayah Blok Pongkeru, Kabupaten Luwu Timur, dipaparkan kepada masyarakat dalam kegiatan diseminasi yang digelar di Wisma Trans Puncak Indah, Malili, pada Mei 2026.

 

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara PT Pongkeru Mineral Utama (POMU) dan Universitas Hasanuddin tersebut menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemerintah desa, anggota BPD, hingga perwakilan pemerintah daerah.

 

Dalam forum tersebut, tim peneliti Universitas Hasanuddin mempresentasikan hasil kajian mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan potensi masyarakat di wilayah yang masuk dalam area rencana pengembangan pertambangan Blok Pongkeru. Pemaparan dilakukan oleh tim yang dipimpin Dr. Sawedi Muhammad bersama sejumlah peneliti lainnya.

 

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta. Sejumlah isu strategis menjadi perhatian masyarakat, di antaranya perlindungan lingkungan, peluang tenaga kerja lokal, pengembangan usaha masyarakat, hingga arah program pemberdayaan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang akan dijalankan PT POMU di masa mendatang.

 

Perwakilan masyarakat berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan program yang benar-benar menjawab kebutuhan warga dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

 

Selain tim akademisi, kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran manajemen PT POMU, termasuk Direktur SDM Ittong Sulle, Kepala Teknik Tambang Ayyub, serta Manajer Eksternal dan CSR Najamuddin. Turut hadir pula sejumlah kepala OPD Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Camat Malili, dan Camat Wasuponda.

 

Dalam kesempatan itu, manajemen PT POMU memperkenalkan profil perusahaan sekaligus menjelaskan rencana pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang akan menjadi bagian dari aktivitas perusahaan ke depan.

 

Berbagai saran dan rekomendasi yang disampaikan peserta akan menjadi bahan penyempurnaan hasil kajian social mapping. Masukan tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap program yang dirancang dapat memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.

 

Secara umum, forum diseminasi berlangsung konstruktif dan menjadi wadah komunikasi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan perusahaan dalam membangun pemahaman bersama terkait rencana pengembangan kawasan pertambangan di Blok Pongkeru yang berada di wilayah Pongkeru, Lakawali, Malili, dan Wasuponda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *