Bukan Sekadar Seremoni, Pramuka Luwu Timur Terjemahkan Cinta Alam dan Kasih Sayang dalam Aksi Nyata

Aksaranusa, Luwu Timur — Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Pramuka ke-65, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Luwu Timur mewujudkan nilai-nilai kepramukaan melalui dua aksi nyata yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan kepedulian kemanusiaan.(28/08/26)

Kedua kegiatan tersebut meliputi Giat Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) melalui penanaman mangrove dan kegiatan donor darah. Keduanya dilaksanakan pada 27 dan 28 Agustus 2026 dengan melibatkan unsur Pramuka, pemerintah desa, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

Kegiatan pertama berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Desa Lakawali Pantai, Kecamatan Malili. Sekitar 60 peserta berpartisipasi dalam aksi penanaman lebih dari 500 bibit mangrove.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Luwu Timur, Kwartir Ranting Malili, dan Pemerintah Desa Lakawali Pantai.

Ratusan bibit mangrove yang ditanam tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bakti Pramuka, tetapi juga merupakan investasi ekologis bagi kawasan pesisir. Setiap bibit membutuhkan waktu untuk tumbuh, tetapi manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh lingkungan dan masyarakat.

Sehari kemudian, pada 28 Agustus 2026, semangat pengabdian dilanjutkan melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Sekretariat Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Luwu Timur.

Kegiatan kemanusiaan tersebut diikuti sekitar 51 pendonor dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta RSUD I Lagaligo.

Jika penanaman mangrove berkontribusi terhadap keberlanjutan ekosistem, donor darah berperan dalam mendukung keberlangsungan hidup manusia. Meskipun memiliki bentuk yang berbeda, kedua kegiatan tersebut memiliki landasan yang sama, yaitu kepedulian.

Rangkaian kegiatan Bulan Bakti Pramuka tersebut turut dihadiri oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabicab) Gerakan Pramuka Luwu Timur, Kak Irwan Bachri Syam dan Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Gerakan Pramuka Luwu Timur, Kak Ani Nurbani yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan aksi pengabdian tersebut.

Ketika Dasa Dharma Diwujudkan dalam Tindakan

Kedua agenda tersebut merupakan representasi nyata dari Dasa Dharma Pramuka, khususnya Dharma kedua: “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.”

Kecintaan terhadap alam diwujudkan melalui penanaman mangrove dan upaya menjaga ekosistem pesisir. Sementara itu, kasih sayang kepada sesama manusia diwujudkan melalui kesediaan mendonorkan darah bagi mereka yang membutuhkan.

Di sinilah Bulan Bakti Pramuka menemukan maknanya.

Pramuka tidak hanya berkaitan dengan seragam, apel, dan kegiatan perkemahan. Lebih dari itu, kepramukaan mengandung nilai-nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan yang memberikan manfaat nyata.

Menanam satu pohon mungkin tidak serta-merta mengubah suatu kawasan. Demikian pula, satu kantong darah mungkin tampak sederhana bagi pendonornya. Namun, apabila dilakukan secara bersama-sama, tindakan tersebut dapat memberikan dampak berarti bagi lingkungan dan kehidupan manusia.

Dua hari kegiatan di Luwu Timur tersebut menunjukkan dua bentuk pengabdian yang berjalan beriringan: menjaga sumber daya yang menopang kehidupan dan membantu mereka yang sedang berjuang mempertahankan kehidupan.

Melalui Bulan Bakti Pramuka ke-65, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Luwu Timur menunjukkan bahwa nilai-nilai Dasa Dharma tidak cukup hanya diucapkan dalam barisan.

Nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan—seperti penanaman mangrove di pesisir Lakawali Pantai.

Nilai tersebut juga harus diwujudkan melalui kepedulian—seperti mendonorkan darah bagi sesama yang membutuhkan.(Wars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *