Aksarsanusa, Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mengawal pelaksanaan program bantuan pangan pemerintah bagi masyarakat. Sebanyak 28.238 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 11 kecamatan akan memperoleh bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Program bantuan tersebut secara resmi diluncurkan di Gudang Bulog Mangkutana, Kamis (13/8/2026). Peluncuran ini merupakan bagian dari penyaluran bantuan pangan secara serentak di Sulawesi Selatan yang melibatkan 24 kabupaten/kota dan dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur, Subhang, S.Pt., M.Si., bersama sejumlah unsur pemerintah daerah dan instansi terkait. Turut hadir Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Kepala Dinas Sosial, Kepala BPS, perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Camat Kalaena, Bulog, Perpadi, masyarakat penerima bantuan, serta anggota Komisi II DPRD Luwu Timur, Wahidin Wahid.
Melalui Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur mengambil bagian dalam memastikan bantuan tersebut tersalurkan secara tepat sasaran. Program ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga bagian dari langkah menjaga ketahanan pangan rumah tangga di tengah potensi kemarau.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur, Darfan Husain, mengatakan bantuan pangan tersebut menjadi salah satu bentuk antisipasi pemerintah terhadap potensi dampak El Nino dan musim kemarau yang diperkirakan berlangsung selama Agustus hingga September.
Menurutnya, kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi produksi dan ketersediaan pangan perlu diimbangi dengan langkah perlindungan terhadap masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok.
“Untuk Kabupaten Luwu Timur, bantuan pangan ini akan disalurkan kepada 28.238 KK yang tersebar di 11 kecamatan,” ujar Darfan.
Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan sesuai ketentuan program. Dengan jumlah penerima mencapai 28.238 keluarga, total bantuan yang disalurkan dalam satu tahap mencapai sekitar 282,38 ton beras.
Penyaluran bantuan dijadwalkan dimulai pada minggu ketiga Agustus 2026. Dalam prosesnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama instansi dan mitra terkait akan melakukan pengawalan agar bantuan diterima oleh masyarakat yang telah ditetapkan berdasarkan data penerima.
Untuk tahap awal, distribusi bantuan akan diprioritaskan ke kecamatan yang berada paling jauh. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses penyaluran sekaligus memastikan masyarakat di wilayah dengan akses lebih jauh tetap memperoleh bantuan sesuai jadwal.
“Penyaluran akan dilaksanakan sesuai jadwal dan menyasar keluarga penerima yang telah ditetapkan. Untuk tahap awal, penyaluran dimulai dari kecamatan terjauh,” jelas Darfan.
Ia menambahkan, ketepatan sasaran dan kelancaran distribusi menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Bantuan pangan diharapkan mampu membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga daya tahan pangan masyarakat selama menghadapi periode kemarau.
Di tengah potensi kemarau pada Agustus hingga September, bantuan Cadangan Beras Pemerintah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas konsumsi pangan masyarakat. Bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan dari sisi akses dan konsumsi.
Dengan sasaran 28.238 keluarga di 11 kecamatan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor, ketepatan data penerima manfaat, serta pengawasan selama proses distribusi. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di Luwu Timur. (wars)




