Dinkes Luwu Timur Evaluasi CKG, Tekankan Pentingnya Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan

Aksaranusa, Luwu Timur — Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur memperkuat pengawasan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sejumlah Puskesmas guna memastikan hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat tidak berhenti pada tahap skrining, tetapi ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan, monitoring, dan evaluasi (monev) yang berlangsung pada 15–18 September 2026. Tim Dinas Kesehatan turun langsung ke sejumlah Puskesmas untuk melihat pelaksanaan program sekaligus memastikan pelayanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Monev mencakup sejumlah indikator pelaksanaan CKG, mulai dari cakupan pelayanan dan jangkauan masyarakat hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP). Tim juga memantau setiap tahapan skrining untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan secara sistematis dan sesuai ketentuan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Luwu Timur, Nelli Muallim, mengatakan pemantauan secara langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi pelaksanaan program di lapangan. Evaluasi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kendala sekaligus menentukan bagian pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

“Melalui monev ini kami ingin memastikan pelaksanaan CKG di Puskesmas berjalan sesuai standar, mulai dari alur layanan, kelengkapan skrining PTM, hingga deteksi dini kanker,” ujar Nelli.

Selain alur pelayanan, perhatian tim juga diarahkan pada pelaksanaan skrining penyakit tidak menular (PTM) dan deteksi dini kanker. Aspek pencatatan hasil pemeriksaan turut menjadi bagian penting yang dievaluasi karena berkaitan dengan proses tindak lanjut bagi masyarakat yang ditemukan memiliki faktor risiko atau indikasi tertentu.

Dari hasil pemantauan, Nelli menyebut masyarakat menunjukkan antusiasme terhadap pelaksanaan CKG. Tingginya minat tersebut menjadi modal penting dalam memperluas upaya deteksi dini berbagai masalah kesehatan.

Meski demikian, evaluasi di lapangan masih menemukan sejumlah aspek teknis yang perlu diperkuat. Salah satunya berkaitan dengan ketertiban pencatatan hasil pemeriksaan serta memastikan setiap hasil skrining yang membutuhkan penanganan lanjutan benar-benar masuk dalam mekanisme tindak lanjut.

Menurut Nelli, kualitas program CKG tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan hasil pemeriksaan terdokumentasi dengan baik dan masyarakat memperoleh tindak lanjut sesuai kondisi kesehatannya.

Dinas Kesehatan Luwu Timur selanjutnya mendorong Puskesmas untuk terus memperbaiki pelaksanaan CKG, terutama pada aspek pencatatan, skrining, dan mekanisme tindak lanjut. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat program pemeriksaan kesehatan gratis memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat. (wars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *