DLH Luwu Timur Pantau Kualitas Air di Tujuh Sungai dan Dua Danau

Aksaranusa, Luwu Timur – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur memperkuat pengawasan kualitas lingkungan dengan melakukan pemantauan Indeks Kualitas Air (IKA) Semester I Tahun 2026 pada tujuh sungai dan dua danau strategis di wilayah tersebut.

Pemantauan dilakukan Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Luwu Timur melalui pengambilan sampel air serta pengumpulan data kondisi lingkungan di sekitar wilayah perairan.

Sembilan lokasi yang menjadi sasaran pemantauan tersebut yakni Sungai Angkona, Sungai Lagego, Sungai Kalaena, Sungai Pongkeru, Sungai Malili, Sungai Matabuntu, Sungai Tomoni, Danau Matano dan Danau Towuti.

Kepala Bidang PPKL DLH Luwu Timur mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh data mengenai kondisi kualitas air secara akurat dan representatif. Data itu selanjutnya digunakan sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan langkah pengendalian pencemaran lingkungan.

“Pemantauan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi kualitas air di Luwu Timur tetap terjaga. Data yang diperoleh nantinya menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan langkah pengendalian pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, pemantauan secara berkala diperlukan mengingat keberadaan sungai dan danau memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat serta keberlangsungan ekosistem.

Sumber daya air tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, antara lain air bersih, perikanan, pertanian hingga mendukung aktivitas pariwisata. Karena itu, perubahan kualitas air perlu diketahui sedini mungkin agar potensi pencemaran dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Dalam pelaksanaan pemantauan, tim tidak hanya mengambil sampel air. Kondisi lingkungan di sekitar badan air juga turut diamati untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas perairan.

Aktivitas masyarakat menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, termasuk kegiatan domestik, pertanian maupun aktivitas industri yang berada di sekitar wilayah sungai dan danau.

Pendekatan tersebut diperlukan karena kualitas air tidak hanya dipengaruhi kondisi badan air itu sendiri, tetapi juga aktivitas yang berlangsung di wilayah sekitarnya.

DLH Luwu Timur juga mengajak masyarakat untuk berperan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya air.

“Kami berharap seluruh pihak ikut menjaga kebersihan dan kelestarian sungai maupun danau. Lingkungan yang sehat merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Hasil pemantauan IKA Semester I Tahun 2026 nantinya akan menjadi salah satu bahan dalam mengevaluasi kondisi lingkungan hidup di Kabupaten Luwu Timur.

Data tersebut juga diharapkan dapat mendukung penyusunan kebijakan dan program pengelolaan lingkungan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam menjaga kualitas sumber daya air secara berkelanjutan.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin, DLH Luwu Timur berupaya memastikan sungai dan danau tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai sumber kehidupan masyarakat sekaligus sebagai bagian penting dari ekosistem daerah. (wars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *