Inovasi Pemkab Luwu Timur, Damkar Siaga 24 Jam Lewat “Halo Damkar”

Aksaranusa, Luwu Timur – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Luwu Timur terus melakukan terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satunya melalui peluncuran layanan pengaduan darurat terpadu bertajuk “Halo Damkar”.

 

Program ini dihadirkan sebagai solusi cepat dalam menangani berbagai situasi darurat, tidak hanya kebakaran, tetapi juga mencakup penyelamatan dan evakuasi dalam berbagai kondisi.

 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Luwu Timur, Guntur Hafid, mengungkapkan bahwa kehadiran “Halo Damkar” merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan yang responsif, mudah dijangkau, dan terintegrasi bagi masyarakat.

 

Ia menjelaskan, layanan tersebut meliputi penanganan kebakaran, evakuasi korban bencana, penyelamatan hewan, penanganan pohon tumbang, hingga konsultasi terkait pencegahan kebakaran. Masyarakat pun dapat menyampaikan laporan dengan mudah melalui sambungan telepon maupun WhatsApp yang telah disiapkan.

 

“Melalui layanan ini, kami ingin memastikan setiap laporan bisa segera ditindaklanjuti. Kecepatan informasi menjadi kunci utama dalam keberhasilan penanganan di lapangan,” ujar Guntur Hafid, Senin (6/4/2026).

 

Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Dinas Damkar Luwu Timur juga telah menyiapkan sejumlah posko yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Mako Damkar, Posko Malili, Wotu, Burau, Tomoni, Tomoni Timur, Wasuponda, Towuti, Kalaena, hingga Angkona. Seluruh posko tersebut beroperasi selama 24 jam penuh.

 

Guntur juga mengajak masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan “Halo Damkar” saat menghadapi kondisi darurat. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang cepat dan akurat guna mendukung kerja petugas di lapangan.

 

“Kami berharap masyarakat dapat menggunakan layanan ini dengan bijak. Segera laporkan setiap kejadian darurat, karena waktu sangat menentukan dalam upaya penyelamatan,” tegasnya.

 

Melalui inovasi “Halo Damkar”, diharapkan penanganan kejadian darurat di Luwu Timur dapat berlangsung lebih cepat, tepat, serta mampu menekan potensi risiko dan kerugian yang mungkin terjadi. (War’s)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *