Rumput Laut Tetap Dominasi Perikanan Budidaya, Luwu Timur Catat Produksi Ratusan Ribu Ton

Aksaranusa, Luwu Timur – Kabupaten Luwu Timur masih mempertahankan posisi rumput laut sebagai komoditas utama sektor perikanan budidaya. Hingga Triwulan I tahun 2025, produksi rumput laut tercatat menjadi penyumbang terbesar dibanding komoditas budidaya lainnya dan terus menunjukkan peran penting terhadap perekonomian masyarakat pesisir.

 

Berdasarkan data statistik perikanan budidaya tahun 2025, produksi rumput laut jenis Euchema cottonii mencapai 246.473,97 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp739,42 miliar. Sementara produksi rumput laut jenis lainnya turut memberikan kontribusi besar dengan capaian 182.600,98 ton dan nilai produksi mencapai Rp136,95 miliar.

 

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur, Syahri, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan sektor budidaya rumput laut masih menjadi andalan masyarakat pesisir dan memiliki prospek yang terus berkembang.

 

Menurutnya, tingginya angka produksi didukung oleh kondisi wilayah pesisir yang cukup potensial untuk pengembangan budidaya laut, ditambah meningkatnya kemampuan para pembudidaya dalam menerapkan teknik budidaya yang lebih efektif dan menjaga mutu hasil panen.

 

Pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan juga terus memperkuat pendampingan kepada kelompok pembudidaya guna menjaga produktivitas serta meningkatkan kualitas hasil produksi agar mampu bersaing di pasar.

 

“Ke depan, fokus pengembangan tidak hanya mengejar jumlah produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas dan nilai tambah sehingga manfaat ekonomi yang diterima masyarakat dapat semakin besar,” jelas Syahri.

 

Selain rumput laut, beberapa komoditas budidaya lain juga turut mendukung pertumbuhan sektor perikanan di Luwu Timur. Produksi udang vaname tercatat mencapai 1.432,05 ton dengan nilai Rp85,92 miliar, disusul udang windu sebesar 520,13 ton senilai Rp41,61 miliar, serta ikan nila sebanyak 352,36 ton dengan nilai produksi Rp12,33 miliar.

 

Capaian tersebut memperlihatkan sektor perikanan budidaya masih menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang pengembangan industri hilirisasi hasil kelautan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Luwu Timur. (wars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *