Aksaranusa, Luwu Timur – Pengurus Pusat HAM-LUTIM Batara Guru periode 2026/2027 akan menggelar kegiatan Sekolah Advokasi dan Dialog Lingkungan pada Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Gedung Sakotae (Rumah Jabatan Wali Kota Palopo), mulai pukul 13.30 WITA hingga selesai.
Kegiatan ini mengusung tema “Menimbang Dampak Sosial-Ekologis Industrialisasi antara Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan”, sebagai upaya membangun ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah, akademisi, aktivis lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat dalam merespons berbagai tantangan lingkungan yang muncul di tengah pesatnya pembangunan dan industrialisasi.
Ketua Umum PP HAM-LUTIM Batara Guru, Rishariyadi, S.AP, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Melalui forum ini, kami ingin mendorong lahirnya pemahaman yang lebih luas mengenai dampak sosial dan ekologis dari berbagai aktivitas pembangunan, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran nyata dalam menjaga lingkungan hidup,” ujarnya.

Selain dialog lingkungan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Sekolah Advokasi yang berfokus pada penguatan kapasitas peserta dalam mengawal kebijakan publik berbasis riset, data, dan etika gerakan. Peserta akan dibekali pemahaman mengenai strategi advokasi yang konstruktif serta pendekatan yang sesuai dengan koridor hukum dan kepentingan masyarakat.
Forum ini diharapkan menjadi jembatan diskusi antara pemerintah, aktivis lingkungan, akademisi, dan mahasiswa untuk merumuskan berbagai solusi atas persoalan krisis iklim serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pembahasan akan menitikberatkan pada pentingnya penerapan kaidah-kaidah lingkungan hidup dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk dalam sektor pertambangan.
Sejumlah narasumber yang akan hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur, Umar Hasan Dalle, S.STP., M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur Judding Sira, S.Pd., Kepala Departemen Eksternal WALHI Sulawesi Selatan Rahmat Kottir, serta akademisi Universitas Mega Buana Palopo, Afrianto, M.Si. Diskusi akan dipandu oleh Muh. Reza selaku moderator.
Dengan menghadirkan berbagai perspektif dari pemerintah, legislatif, akademisi, dan organisasi lingkungan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi dan gagasan yang dapat menjadi rujukan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, HAM-LUTIM Batara Guru menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang edukasi, advokasi, dan kolaborasi dalam mengawal isu-isu lingkungan hidup demi masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang. (wars)





