Sarasehan dan Farewell Party Mandalish Jadi Momentum Refleksi dan Apresiasi Peserta

Aksaranusa, Kediri – Program Mandalish menggelar Sarasehan & Farewell Party sebagai rangkaian penutup program setelah para peserta menjalani proses pembelajaran selama empat bulan. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi, apresiasi, sekaligus perpisahan bagi para peserta sebelum kembali ke Luwu Timur.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC), kemudian dilanjutkan dengan opening remarks dari pihak ACCESS dan Mandarich. Selanjutnya, acara memasuki agenda Executive Program Report “Mandalish” sebagai bagian dari penyampaian laporan mengenai pelaksanaan program.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan “Speech Perform” oleh peserta Mandalish. Melalui sesi tersebut, para peserta menyampaikan pengalaman dan kesan yang diperoleh selama mengikuti program.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah arahan dan motivasi dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Kegiatan turut dihadiri jajaran Pemerintah Daerah, termasuk Dinas Tenaga Kerja, Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Dinas Pariwisata dan Olahraga, serta para kepala bidang (kabid).

Dalam sambutannya, Bupati Luwu Timur menyampaikan rasa bangga kepada para peserta yang telah mengikuti program selama empat bulan. Ia menilai, keikutsertaan peserta dalam program tersebut telah memberikan hasil dan pengalaman yang luar biasa.

Bupati berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti Mandalish dapat menjadi modal bagi para peserta ketika kembali ke Luwu Timur. Ia juga berharap pendampingan dari ACCESS dapat terus berlanjut sehingga proses pembelajaran yang telah diperoleh tidak berhenti setelah program selesai.

Menurutnya, hasil yang diperoleh peserta selama mengikuti program diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat bagi Luwu Timur. Ia juga menyampaikan gagasan agar para peserta dapat membentuk komunitas atau wadah di daerah yang menjadi sarana untuk menjaga komunikasi, mengembangkan kemampuan, sekaligus menerapkan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti program.

Komunitas atau wadah tersebut diharapkan dapat dikembangkan di Luwu Timur sebagai sarana bagi para peserta untuk terus mengasah potensi, berkolaborasi, dan menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan.

Bupati juga menekankan pentingnya kemampuan bahasa yang telah dimiliki para peserta sebagai modal untuk memasuki dunia kerja. Ia berharap para peserta Mandalish dapat memanfaatkan kompetensi tersebut untuk menjadi tenaga ahli di perusahaan-perusahaan yang nantinya berkembang di Luwu Timur.

Ia menyampaikan bahwa peluang lapangan kerja di Luwu Timur diharapkan semakin terbuka dalam waktu mendatang. Karena itu, para peserta yang memiliki kompetensi, khususnya kemampuan bahasa, diharapkan dapat menjadi salah satu prioritas dalam mengisi peluang kerja tersebut.

Bupati berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman dari program Mandalish, tetapi juga mampu mengambil peran dalam perkembangan industri di daerah sendiri.

“Harapan saya, agar kalian bisa hadir di industri itu. Masa kita mau jadi penonton di kampung kita sendiri,” tegasnya.

Setelah sesi arahan dan motivasi, kegiatan dilanjutkan dengan student reflection yang disampaikan oleh peserta Mandalish. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk merefleksikan perjalanan serta pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti program.

Sebagai bentuk apresiasi, dilakukan pemberian sertifikat kepada para peserta serta pemberian cinderamata oleh ACCESS. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi dan foto bersama.

Rangkaian sarasehan ditutup dengan doa dan penutupan sebelum berlanjut ke agenda Farewell Party.

Suasana malam perpisahan dimeriahkan dengan penampilan tarian tradisional serta song and tunes yang dibawakan oleh para peserta Mandalish.

Farewell Party menjadi penutup perjalanan empat bulan para peserta sekaligus menjadi ruang untuk merayakan kebersamaan dan pengalaman yang telah dilalui selama mengikuti program.

Melalui kegiatan tersebut, Mandalish diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta, tetapi juga menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi muda Luwu Timur yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk mengambil bagian dalam perkembangan dunia industri di daerahnya. (wars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *